
Chavilleblog – PM Inggris Keir Starmer menyambut hangat kedatangan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dalam pertemuan resmi di London. Pertemuan ini berlangsung hanya sehari setelah Zelensky terlibat perselisihan dengan Presiden AS, Donald Trump, yang berujung pada pengusirannya dari Gedung Putih.
Dalam pertemuan tersebut, PM Inggris menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia. “Dalam kemitraan dengan sekutu kami, kami harus mengintensifkan persiapan untuk elemen jaminan keamanan Eropa di samping diskusi berkelanjutan dengan Amerika Serikat,” ujar Starmer pada Sabtu (1/3) malam. Ia juga menekankan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat bagi negara-negara sekutu untuk bersatu demi menjamin keamanan Ukraina dan stabilitas kawasan Eropa.
Salah satu hasil utama dari pertemuan ini adalah penandatanganan perjanjian pinjaman senilai GBP 2,26 miliar atau sekitar Rp 47,2 triliun. Pinjaman tersebut diberikan oleh Inggris untuk mendukung kemampuan pertahanan Ukraina, dengan pembayaran kembali yang akan dilakukan menggunakan keuntungan dari aset Rusia yang telah dibekukan oleh Ukraina.
“Pameran Rantai Pasokan China Dimeriahkan 300+ Perusahaan”
“Dana ini akan digunakan untuk produksi senjata dalam negeri di Ukraina,” ungkap Zelensky melalui akun media sosialnya. “Ini adalah bentuk keadilan sejati pihak yang memulai perang harus bertanggung jawab atas konsekuensinya,” tambahnya.
Momen kedatangan Zelensky di Downing Street disambut meriah oleh para pendukungnya. PM Inggris memeluk dan berpose bersama Zelensky sebelum mereka melanjutkan pertemuan secara tertutup selama sekitar 75 menit. Saat berpisah, keduanya kembali berpelukan sebagai tanda eratnya hubungan kedua negara.
Setelah pertemuan dengan PM Inggris, Zelensky dijadwalkan bertemu dengan Raja Charles III pada Minggu (2/3). Selain itu, ia juga akan menghadiri pembicaraan darurat di London bersama para pemimpin dunia lainnya, termasuk Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau.
Sebelumnya, Zelensky sempat bertemu dengan Donald Trump di Gedung Putih pada Jumat (28/2). Namun, pertemuan itu berlangsung tegang dan berujung pada kegagalan penandatanganan kesepakatan mineral langka. Ketegangan antara kedua pemimpin memuncak hingga Zelensky akhirnya diusir dari Gedung Putih. Kejadian ini semakin memperlihatkan perbedaan sikap antara negara-negara Barat dalam menangani konflik Ukraina.
Dengan adanya perjanjian baru ini, Inggris kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Ukraina. Sementara hubungan antara Kyiv dan Washington masih dalam ketidakpastian. Keputusan PM Inggris untuk mengucurkan bantuan miliaran dolar ini diharapkan dapat memperkuat pertahanan Ukraina di tengah perang yang masih berkecamuk dengan Rusia.
“Horror Classic Nosferatu: A Captivating Gothic Tale”
Chaville Blog - Perubahan pola konsumsi hiburan di Indonesia melaju cepat, dengan 68% milenial mengaku menambah waktu menonton streaming tiap…
Chaville Blog - Transformasi gaya hidup modern melanda Indonesia dengan kecepatan digital, mencatat peningkatan penggunaan aplikasi keuangan hingga 38% pada…
Chaville Blog - Gaya hidup modern menuntut kecepatan, namun data Badan Pusat Statistik 2023 menunjukkan 62% responden merasa stres karena…
Chaville Blog - Ketika langkah kaki dan kalori masuk dipantau lewat layar, tren gaya hidup sehat digital berubah dari solusi…
Chaville Blog - Riset terbaru dari We Are Social dan Hootsuite tahun 2024 menunjukkan bahwa rata-rata pengguna internet Indonesia menghabiskan…
Chaville Blog - Data terbaru dari Riskesdas Kementerian Kesehatan 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 30% penduduk Indonesia berusia di atas…
This website uses cookies.